Apr 4, 2014

The Wolf Of Wall Street, Make me Go to Cinema Again

Poster Wolf of Wall Street
Setelah lama tak nonton akhirnya nonton juga di bioskop.
film pertama yang ditonton tahun ini adalah wolf of wallstreet, awalnya sih mau nonton killers tapi karena di ciputra world gak ada jadi nonton film ini aja deh, kebetulan emang udah kangen sama akting Leonardo dicaprio. :D


Jordan Belfort adalah tokoh utama di film ini. Dia berhasil membuktikan kalo mimpinya punya perusahaan sukses itu bener-bener kesampaian. Dia berhasil membangun kerajaannya Stratton Oakman yang bergerak di bidang broker saham.
Keberhasilannya ini gak cuma membuatnya dikelilingi harta berlimpah yang diwakili dengan kompleks rumah mewah di Long Island, sederet mobil mewah, kekuasaan, akses tak terbatas, gadis cantik yang disebut ‘sang putri’ (diperankan Margot Robbie), dan obat-obatan tapi juga sebuah gelar: Serigala Wall Street.
Namun dia agak kebablasan nih.

Dari sebelumnya berhasil menguasai penjualan saham dan menangani berbagai IPO (initial public offering) atau penjualan saham perdana perusahaan, kini dia menjadi haus kekayaan.
Dia gak peduli lagi ancaman dari manapun. Semua dilibas dan kerendahan hati itu tidak lagi penting buat Jordan dan kawanan ‘serigala’nya. Uang jadi dewanya.
Kejahatan yang dilakukan Jordan dkk ini persis yang disebut ‘white-collar crime’ alias kejahatan kerah putih.
Film tentang pialang saham emang udah banyak kita lihat, terutama saat jatuhnya Wall Street di saat krisis finansial 2008.
Dari ‘Margin Call’ sampai ‘Wall Street’, kita melihat bagaimana jatuh bangunnya pialang seiring dengan apa yang terjadi di bursa saham yang jadi acuan pasar modal dunia itu.
Tapi yang pasti, The Wolf of Wall Street menawarkan sisi lain dari kehidupan pialang. Kalau di dua film sebelumnya, kita dihadapin pada ketegangan bursa, nah di film arahan Sutradara beken Martin Scorsese ini, kita akan melihat bahwa bursa saham Wall Street memang menjanjikan buat mereka yang ingin membangun mimpi sukses sebagai pialang saham.


Film ini nampaknya berhasil mengetuk suatu ruang di otak saya. Ruang itu bernama Tujuan hidup. setelah hampir satu tahun berjibaku di dunia profesionalitas rasanya seperti tertampar. I feel that i have to go to somewhere I belong. Where is it? You will see pals :D